Jumat, 15 Juni 2012

Konsep Dasar Pendampingan Suami

2.1.1    Pengertian Pendampingan
Pendampingan adalah perbuatan mendampingi, menemani dan menyertai dalam suka dan duka (Depdiknas, 2002).
Pendampingan adalah proses, cara, perbuatan mendampingi atau mendampingkan. Suami adalah pria yg menjadi pasangan hidup resmi seorang wanita/istri (Depdiknas, 2002). Pendampingan suami adalah suami yang mendampingi atau menemani istri dalam proses persalinan (Bobak, Jensen & Lowdermilk, 2005).
Pendamping merupakan keberadaan seseorang yang mendampingi atau terlibat langsung sebagai pemandu persalinan, dimana yang terpenting adalah dukungan yang diberikan pendamping persalinan selama kehamilan, persalinan, dan nifas, agar proses persalinan yang dilaluinya berjalan dengan lancar dan memberi kenyamanan bagi ibu bersalin (Sherly, 2009)
2.1.2    Dukungan Pendampingan Suami
Menurut Marshall (2000) menyebutkan bahwa dukungan pada persalinan dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1)     Dukungan fisik adalah dukungan langsung berupa pertolongan langsung yang diberikan oleh keluarga atau suami kepada ibu bersalin antara lain :
1.1)    Perhatikan kebutuhan makan dan minum sang istri
Kadang karena merasa nyeri, tidak nyaman, dan lain – lain lalu selera makan  berkurang. Ingatkan bahwa makan dan minum sangat  penting untuk tenaga  persalinan terutama saat mengejan dan untuk  zat nutrisi bayi dalam kandungan
1.2)    Berpikir positif  akan  memberi energi positif bagi istri
Satu hal yang paling penting  berusahalah untuk tetap tenang. Jangan menambah kepanikan istri dengan kekuatiran dan kebingungan.    Saya bisa mengerti ini tidak mudah. Terlebih pada pengalaman menjadi calon ayah pertama kali. Berusahalah untuk tetap bertahan berada di sisinya dan memberi perhatian  jika anda menyaksikan istri mungkin menangis atau  mengerang. Percayalah Tuhan menciptakan wanita begitu kuat dan luar biasa.  Dia akan bisa bertahan. Yang diperlukan adalah sikap tenang dan pikiran positif anda. Ini akan memberi energi positif juga bagi istri anda
1.3)    Membuat sang istri merasa nyaman dan aman
Semakin  mendekati proses bersalin biasanya rasa nyeri akan  dirasakan oleh sang istri lebih sering. Hal ini akibat kontraksi dari rahim istri anda  dalam proses kemajuan fase  persalinan.  Anda bisa membantu mengurangi keluhan nyeri dengan memijat ringan di pinggang  dan di punggung . Bila pelukan membuatnya merasa  lebih nyaman lakukan saja. Ketika istri merasa bosan dan letih, anda bisa menghiburnya dengan  mengusap perut sang istri dan bicara pada bayi anda.  Cara ini cukup efektif dan berhasil untuk  mengurangi  ketegangan, istri  merasa aman dan dilindungi.
2)    Dukungan emosional adalah dukungan berupa kehangatan, kepedulian maupun ungkapan empati yang akan menimbulkan keyakinan bahwa ibu merasa dicintai dan diperhatikan oleh suami, yang pada akhirnya dapat berpengaruh kepada keberhasilan saat persalinan
2.1) Yakinkan bahwa istri anda mampu melahirkan dengan lancar
Jika dokter dan bidan anda mengatakan bahwa semua hasil pemeriksaan baik dan bisa melahirkan dengan lancar, anda harus terus menanamkan rasa percaya diri dan memberi semangat pada istri bahwa dia mampu  untuk melalui seluruh proses tersebut. Kecemasan yang berlebihan kadang bercampur baur dengan perasaan tidak tega. Bisa dimaklumi bagaimana perasaan cemas juga pasti anda rasakan ketika menyaksikan istri  berjuang untuk melewati tahap demi tahap persalinan. Seringkali  moment ini menjadi saat kritis dimana akhirnya suami memutuskan
2.2) Sabar dan memberi semangat
Menunggu  istri selama  persalinan ada kalanya melelahkan, menimbulkan ketegangan mental. Yang dibutuhkan adalah kesabaran anda sebagai suami  untuk  tetap tenang melewati proses demi proses persalinan. Pada moment itu anda adalah orang terdekat yang mampu memberikan support dan ketenangan bagi sang istri yang sedang berjuang untuk melahirkan
2.3) Ciptakan suasana yang relaks
Jika perlu lakukan  hal -  hal yang bermanfaat selama menunggu proses itu berlangsung dengan  menyetel musik intrumen lembut atau berlatih relaksasi seperti  ketika biasa anda lakukan di rumah bersama istri . Bila anda telah mengikuti kelas prenatal hal ini adalah  kesempatan untuk mempraktekkan semua pengetahuan yang anda peroleh dalam menyongsong kelahiran buah hati.
2.4) Memberikan motivasi kepada istri
Memberikan motivasi kepada istri dalm proses persalinan dapat menumbuhkan semangat istri. berikan dorongan berupa kata-kata yang dapat membuat istri semangat dalam melawan rasa nyeri saat proses persalinan.
2.5) Peduli dan memperhatikan permintaan istri
Proses persalinan membutuhkan banyak kebutuhan baik kebutuhan fisik maupun mental.setiap kebutuhan seorang istri harus selalu terpenuhi, hal ini akan menimbulkan rasa senang dan rasa selalu di cintai oleh seorang suami.

Persalinan adalah saat menegangkan dan menggugah emosi bagi ibu dan keluarga. Persalinan menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu, karena itu pastikan bahwa setiap ibu mendapatkan asuhan sayang ibu selama persalinan dan kelahiran. Asuhan ibu yang dimaksud berupa dukungan emosional dari suami dan anggota keluarga lain untuk berada di samping ibu selama proses persalinan dan kelahiran. Suami dianjurkan untuk melakukan peran aktif dalam mendukung ibu dan mengidentifikasi langkah-langkah yang mungkin untuk kenyamanan ibu. Hargai keinginan ibu untuk menghadirkan teman atau saudara untuk menemaninya (Depkes RI,2002).
Dukungan suami dalam proses persalinan akan memberi efek pada sistem limbic ibu yaitu dalam hal emosi, emosi ibu yang tenang akan menyebabkan sel-sel neuronnya mensekresi hormon oksitosin yang reaksinya akan menyebabkan kontraktilitas uterus pada akhir kehamilan untuk mengeluarkan bayi (Guyton, 1997).
2.1.3    Faktor-faktor yang mempengaruhi peran pendamping persalinan
Menurut Hamilton (1995) faktor-faktor yang mempengaruhi peran pendamping persalinan antara lain :
1)      Sosial ekonomi
Keadaan sosial ekonomi keluarga akan mempengaruhi proses pendampingan suami ketika istri melahirkan, suami yang mempunyai tingkat sosial ekonomi yang mapan akan lebih cenderung memperhatikan dan mendampingi istrinya pada saat melahirkan, hal ini berbeda dengan suami yang mempunyai status sosial ekonomi yang kurang mampu, suami lebih cenderung untuk kurang memperhatikan istri pada saat bersalin, suami lebih sibuk untuk mencari biaya persiapan persalinan bagi istrinya.
2)      Budaya
Keadaan budaya mempengaruhi psoses pendampingan suami pada saat istri melahirkan, ada beberapa budaya dan sistem religi yang tidak memperbolehkan suami melihat istri melahirkan karena bertentangan dengan nilai budaya dan sistem religi yang dianut oleh individu.
3)      Lingkungan
Keadaan lingkungan mempengaruhi psoses pendampingan suami pada saat istri melahirkan, individu yang berada pada lingkungan pedesaan, kebiasaannya suami tidak mau untuk mendampingi istri pada saat persalinan, suami merasa takut dan tidak tega melihat istrinya melahirkan.
4)      Pengetahuan
Pengetahuan individu akan mempengaruhi pelaksanaan pendampingan suami terhadap istri pada saat melahirkan, suami yang mempunyai pengetahuan yang baik akan berusaha semaksimal mungkin memberikan dukungan pendampingan pada saat istrinya melahirkan, hal ini dikarenakan dukungan pendampingan akan memberikan motivasi yang besar kepada istri pada saat melahirkan, begitu pula sebaliknya suami yang mempunyai pengetahuan yang kurang, biasanya tidak mendampingi pada saat istrinya melahirkan, hal ini dikarenakan ketidaktahuan akan manfaat pendampingan suami terhadap istri pada saat melahirkan
5)     Umur
Suami yang mempunyai usia yang muda, biasanya tidak mendampingi pada saat istrinya melahirkan, hal ini dikarenakan suami merasa takut dan tidak tega melihat istrinya melahirkan. Kategori umur suami dalam pendampingan persalinan <20 tahun dikategorikan dalam usia muda, diatas 20 tahun atau kurang dari 35 tahun dapat dikategorikan dalam usia dewasa dan suami yang memiliki usia >35 tahun dikategorikan dalam usia matang / tua yang akan mempengaruhi pelaksanaan pendampingan suami terhadap istri pada saat melahirkan, suami yang mempunyai usia matang (dewasa) akan berusaha semaksimal mungkin memberikan dukungan pendampingan pada saat istrinya melahirkan, hal ini dikarenakan kematangan usia untuk berusaha mengerti tentang psikologis istri pada saat persalinan
6)      Pendidikan
Pendidikan juga dapat dikatakan sebagai proses pendewasaan pribadi. Pendidikan kesehatan merupakan proses yang mencakup dimensi dan kegiatan intelektual, psikologi dan social yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam pengambilan keputusan secara sadar dan yang mempengaruhi kesejahteraan diri, keluarga, masyarakat. Individu yang berpendidikan akan mempunyai pengetahuan tentang pentinganya pendampingan pada saat persalinan dan mereka cenderung melakukan pendampingan pada saat persalinan, sebaliknya individu yang tidak berpendidikan pengetahuannya akan kurang dan mereka cenderung tidak melakukan pendampingan saat persalinan.
2.1.4    Manfaat Pendampingan Suami Dalam Persalinan
Berikut ini berbagai keuntungan yang akan anda dapatkan saat melibatkan suami dalam persalinan :
1)      Ikut bertanggung jawab mempersiapkan kekuatan mental istri dalam menghadapi persalinan
2)    Walaupun kehadirannya hanya sebatas menemani, memegang tangan istri, mencium dan membisikkan kata-kata yang menghibur tapi hal ini dapat memberikan dorongan kekuatan mental yang ekstra bagi istri
3)    Kehadiran suami, bisa membantu untuk melakukan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian istri selama proses kelahiran sambil ikut membantu mengukur waktu kontraksi
4)    Sentuhan suami dengan mengusap punggung istri sangat membantu
5)    Menjadi titik focus dan bernafas bersama istri pada saat kontraksi
(Yessy, 2011 hal 1-2).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar